Bantuan ZIS, Diserahkan Bupati Soppeng H.Suwardi Haseng Kepada 345 Warga

Bantuan ZIS, Diserahkan Bupati Soppeng H.Suwardi Haseng Kepada 345 Warga

Minggu, 06 September 2026

 

Home Reporter Terkini Com, Terpercaya Inspirasi Untuk Rakyat Liputan Giat Bupati Soppeng 




Sabtu, 05 September 2026, 16:17 WIB

 

 

Soppeng SulSel Indonesia, RT Com 

Bupati Soppeng H.Suwardi Haseng membagikan bantuan Zakat infaq dan sedekah (ZIS) kepada  345 mustahik di Kabupaten Soppeng  yang disalurkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Soppeng.


Penyaluran ZIS tersebut berlangsung di Cabenge, Kecamatan Lilirilau, Sabtu (5/9/2026), dan dihadiri Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, SE.


Total dana yang disalurkan mencapai Rp131 juta untuk penerima manfaat yang tersebar di Kecamatan Lilirilau, Liliriaja dan Citta.


Ketua BAZNAS Kabupaten Soppeng KM Satturi, S.Pd., M.Pd., mengatakan bantuan diberikan dalam beberapa bentuk sesuai kebutuhan penerima.


Fakir miskin mendapatkan bantuan sekitar Rp300 ribu per orang. Siswa kurang mampu menerima Rp250 ribu dan tas sekolah, sedangkan pelaku UMKM mendapatkan bantuan modal usaha sebesar Rp1,5 juta per orang.


“Baru tahun ini dana ZIS disalurkan untuk UMKM,” kata KM Satturi.


Penyaluran tersebut turut dihadiri jajaran pengurus BAZNAS, unsur Forkopimda, perwakilan Kementerian Agama, perwakilan Dandim 1423 Soppeng, para Kepala KUA, camat, kepala desa dan lurah dari tiga kecamatan, serta para muzakki.


Bupati Suwardi Haseng meminta para penerima memanfaatkan bantuan ZIS sesuai kebutuhan dan tidak melihat bantuan hanya dari nilai nominal yang diterima.


Menurutnya, dana ZIS merupakan amanah dari masyarakat yang telah menunaikan zakat dan harus memberikan manfaat bagi penerimanya.


“Zakat bukan sekadar kewajiban agama yang bersifat personal, tetapi merupakan instrumen sosial-ekonomi yang sangat kuat untuk menciptakan keadilan dan pemerataan,” ujar Suwardi.


Ia mengapresiasi BAZNAS Soppeng yang terus melakukan penyaluran dana umat kepada masyarakat yang membutuhkan.


Suwardi juga mendorong agar bantuan ZIS, khususnya untuk pelaku UMKM, dapat digunakan sebagai modal produktif sehingga membantu meningkatkan pendapatan keluarga.


Suwardi berharap penyaluran ZIS tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi dapat mendorong perubahan kondisi ekonomi masyarakat.


Menurutnya, penerima bantuan harus diberi ruang untuk berkembang sehingga secara bertahap mampu memenuhi kebutuhan secara mandiri.


Ia bahkan berharap mustahik yang menerima bantuan saat ini dapat berubah menjadi muzakki di kemudian hari.


“Semoga berkah dari zakat ini dapat mengubah keadaan, sehingga penerima hari ini kelak dapat menjadi muzakki yang mandiri secara ekonomi,” katanya.


Dalam kegiatan tersebut, Suwardi juga menyoroti penghimpunan zakat di Kabupaten Soppeng yang dinilai masih memiliki potensi besar untuk ditingkatkan.

Ia menyebut penerimaan zakat Soppeng berada di kisaran Rp2 miliar. Sementara Kabupaten Barru disebut telah mampu menghimpun sekitar Rp24 miliar.


Karena itu, Suwardi mengajak ASN dan masyarakat yang telah memenuhi nisab untuk menyalurkan zakat melalui BAZNAS.


Ia juga meminta masyarakat yang menyalurkan zakat secara langsung kepada keluarga atau pihak yang berhak agar tetap melaporkannya kepada BAZNAS sehingga dapat tercatat.

“Kalau pencatatannya bagus dan disiplin, mungkin kita bisa lebih tinggi daripada kabupaten lain,” ujarnya.


Suwardi mengatakan masa kepengurusan BAZNAS Kabupaten Soppeng akan berakhir pada September.


Pemerintah daerah akan membentuk panitia rekrutmen dan membuka pendaftaran calon pengurus secara transparan dan terbuka.


Ia berharap proses tersebut dapat menghasilkan pengurus yang memiliki komitmen kuat dalam meningkatkan penghimpunan dan penyaluran ZIS di Kabupaten Soppeng.


Penyaluran bantuan kemudian dilakukan secara simbolis kepada 25 penerima manfaat.


(Red)